Manado #1. Fear Factor in Bunaken.

Haloapakabar? It’s been a while since I wrote about my journey here. And I guess this time, it was one of the most memorable journey for me yet. Jadi ceritanya minggu lalu saya tugas ke Manado, Sulawesi Utara, jadi panitia kegiatan mulai hari Senin sampai Rabu. Nah kebetulan, hari Kamisnya tanggal merah. Jadi tiket pulang buat hari Kamisnya kami ambil yang pesawat sore. Udah diniatin meskipun cuma bentar, saya sama teman2 pengin mampir ke Bunaken. Udah dikasih teaser pula,  laut dan mercusuar keliatan jelas dari jendela kamar hotel saya. Kebetulan Bu Bos saya juga hobi diving, jadi suaminya ikutan nyusul ke Manado hari rabu malamnya buat ikutan ke Bunaken. Jadi karena kami mau pulang sorenya, kami berangkat ke Bunakennya pagi2. Berangkat dari hotel yang lokasinya kebetulan deket banget sama marina/pelabuhan jam 7 pagi sambil nyeret badan karena sebenarnya kami semuanya kecapekan gara2 begadang2 kerjaan panitia kemarinnya. Kira2 cuma 10 menit naik mobil. Yang agak lama nyebrang ke Bunakennya. Kurang lebih dari pelabuhan ke Pulaunya 30-45 menit. Kami sewa satu boat ukuran sedang buat sekitar 10 orang. Sudah termasuk pemandu buat snorkeling di taman lautnya.

Sebelum lanjut, saya mau bilang dulu kalau saya ini takut banget sama yang namanya laut, sungai atau kolam renang. Or easily put, big water. I can’t swim, hence, the fear of drowning. Saya selalu paranoid dan ngebayangin tenggelam kalau saya lagi ada dalam air. Meskipun kolamnya ga dalam dan masih bisa buat berdiri. Yang dulu rafting, saya udah cerita kan kalau saya nekat lompat dari batu yang sebenernya cuma setinggi 2 meter karena provokasi temen2. Nah kali ini, ceritanya saya nekat juga mau coba snorkeling. Gara2 dipersuasi sama senior saya, Mbak Zun, dan liat Bu Bos yang umurnya udah 50 tahun lebih tapi masih semangat buat snorkeling. Selain itu pemandunya juga meyakinkan kalau snorkelingnya aman, selama kita mengikuti arahan. Well, oke deh.

Waktu itu sayangnya cuacanya agak mendung. Jadi meskipun enak karena ga panas, tapi buat foto agak kurang oke. Kebetulan salah satu temen saya hobi fotografi, dan dia ga mau ikut nyemplung karena lagi kurang enak badan, jadi kamera SLR kantor dia yang pegang. Jadi nanti foto2 yang bakal saya upload sebagian dia yang jepret. Menurut pengamatan saya, hampir semua kapal yang ada di Bunaken punya semacam kotak kaca buat melihat ke dasar laut. Termasuk juga kapal kami. Tapi tempat buat melihatnya juga di tempat2 tertentu. Kapalnya bakal jalan pelan2, dan kotak kacanya diturunin. And it was gorgeous! Subhanallah. Beneran berasa nonton chanel yang lagi nayangin kehidupan laut. Ikan2 yang biasanya cuma saya lihat di TV serasa bisa dipegang di bawah saya. Setelah puas menikmati pemandangan bawah laut lewat kaca, kami lanjut menuju taman laut yang memang khusus buat snorkeling. Karena pemandangan kanan kiri atas bawahnya bagus banget, beberapa dari kami duduk di anjungan kapalnya. Termasuk saya. Nah, saat inilah kami beruntung banget. Waktu lagi menikmati angin semilir, tiba2 salah satu pemandu kami teriak: “Dolphin!”. Dan di sebelah kiri jauh, kami menyaksikan sekawanan lumba – lumba, live, in its natural habitat. Ada belasan pula. It was like, magical. Saya begitu amazed sama pemandangan di depan saya. Sampai sudah beberapa lama pun saya masih blank. Melongo.

Sebelum ke taman laut, kami mampir dulu ke pulau Bunakennya buat sewa peralatan selam. Karena kami pakai jasa pemandu, kami tinggal nunggu aja sambil sarapan. Sarapannya kami bawa dari Manado, nasi kuning Manado yang katanya terkenal. Dibawain sama Bapak2 dari dinas setempat. Awalnya saya pikir palingan kayak nasi kuning di Jawa, eh tapi ternyata enak banget. Lebih mirip nasi uduk kali ya. Dan sambelnya mantap pula, pedes banget. Nasinya dibungkus pakai daun namanya daun woka. Semacam daun lontar gitu deh. Insyaallah halal. Sayang saya ga tahu harganya berapa. Kami cuma berhenti di pulau sekitar 15 menit, sekalian jemput fotografer bawah laut yang kami sewa juga karena kami ga bawa kamera bawah air.

Peralatan snorkeling yang disewain terdiri dari alat snorkel, pakaian selam, sama sepatu katak. Buat yang berjilbab, siap daleman panjang karena baju selamnya pendek. Dan sama pemandu kami diwajibkan buat pakai rompi pelampung. Meskipun buat yang jam terbangnya tinggi pelampung ini bakal terasa menganggu. Dari pulau Bunaken, kira2 taman lautnya sekitar 5 menit perjalanan. Waktu mau mulai terjun ke air, rasanya deg-degan banget. I felt like fainting. Saya gandeng tangan Mba Zun erat2 waktu udah di air. Setelah Mba Zun exploring sendiri, ganti pemandunya yang saya gandeng dan ga saya lepasin. Hahahaha. Mau gimana lagi. Meskipun dibilang berkali-kali kalau saya bakal tetep mengambang karena pelampungnya, saya tetep panik kalau ga ada pegangannya. Berasa saya bakal keseret arus dan hilang di tengah laut luas. Jadi tempat snorkeling ini ada di daerah yang karangnya cukup tinggi buat berdiri. Karangnya karang mati, jadi keras dan bisa dipakai buat pijakan. Tapi, sekeliling karang itu tetep aja laut dalam. Jadi karangnya membentuk semacam dinding, yang di sekitarnya ditempatin berbagai macam ikan. Nah, pemandu saya berkali-kali menyeret saya ke laut dalam. Meskipun sempat agak panik, tapi setelah diyakinkan, saya akhirnya menikmati juga. It was something undescribable by words. Ikan-ikannya warnanya indah banget. Bahkan pink dan biru metalik pun ada. Dan mereka berseliweran gitu aja di depan tangan saya. Bintang laut gede banget berwarna biru yang biasanya cuma saya lihat di Discovery Channel, ada di depan mata saya. Bu Bos saya sama suaminya juga romantis banget. Snorkeling sambil gandengan tangan. Dan karena mereka jam terbangnya di dunia snorkeling dan diving udah tinggi, saya yakin alasan gandengan tangannya beda sama saya. 49Sayangnya karena diburu waktu, kami cuma sempat nyemplung selama sekitar 45 menit. Waktu sudah di atas kapal pun saya masih amazed. Ga percaya kalau saya habis nyemplung di laut dalam, meskipun bagian dangkalnya sih. But it was like a fear factor for me. Dan semua rasa takut saya dibayar banget sama pemandangan dalam laut yang luar biasa. Kalau waktu berangkat kami semua lupa capek karena pemandangan yang bagus dan excitement karena mau snorkeling, perjalanan balik ke Manado kami semuanya terdiam. Kecapekan. Cuaca  yang gerimis rintik2 bikin suasana makin syahdu (cailah).

Sampai hotel kami langsung beres2 dan siap2 buat berangkat ke bandara. Sebenarnya mungkin masih banyak tempat lain di Manado yang menarik buat dikunjungi. Salah satunya saya masih pengen ke Toraja. Tapi namanya juga tugas. Jadi ya waktunya memang terbatas. Mungkin kalau diniatin mau travelling bisa lebih lama dan puas jalan2 di Manado.

Oiya, untuk biaya (secara garis besar, belum termasuk beli makan dll):

  • Sewa kapal PP plus pemandu (kapasitas +- 10 orang) : Rp 1.200.000,-
  • Sewa peralatan snorkel per orang : Rp 150.000,-
  • Sewa kamera bawah air + kameramen : Rp 600.000,-

Waktu mau terbang kembali ke Jakarta, pemandangan dari jendela pesawat pun indah banget. Saya yang memang selalu pilih seat di jendela, langsung jeprat-jepret deh. It was a feast for my eyes. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali kesana tanpa dibebani tugas pekerjaan. Anyeong!

PS: Foto – foto saya upload di post berikutnya yaaa..

Advertisements

4 thoughts on “Manado #1. Fear Factor in Bunaken.

  1. ah iya, jadi inget ada yang narik kakiku waktu abis nyemplung dari batu. renang ngelawan arus sambil bawa gembolan gedee :))))))

    nice info Ras, I definitely put it on my list!

  2. Bunaken msh jd spot favorit buat snorkling 😘 klo beruntung bisa ketemu penyu gede bgt kayak di iklan rcti 😂 g jaoh dr sna ada namanya siladen bagus jg.fyi nasi kuningnya halal kok ras,nama tokonya saroja,sambelnya sambel roa nyums..hihihi..

Wanna say something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s