New Phase.

Hello everybody. Well as for now I’m sure that it’s not so strange for me to abandon the blog for months, and now I had a very convincing reason why. Just like I’ve wrote in the last post, I was preparing for a life changing moment. Yes, I GOT MARRIED, like 3 weeks ago. Saya sudah jadi istri orang sekarang. Weird? Yeah. Terrifying? You bet. Content? Absolutely.

Kalau ada yang bertanya, apakah pendapat saya tentang pernikahan yang pernah saya ungkapkan di beberapa postingan sebelumnya berubah setelah saya menikah? Jawaban saya, tidak. Saya tetap berpendapat bahwa menikah bukan tentang usia, bukan tentang pandangan orang tentang diri kita. Tetapi lebih banyak tentang bertemu dengan orang yang tepat. Orang yang akan membuat kita mau dan rela menghentikan petualangan kita sebagai manusia2 single, karena pernikahan bukan solusi masalah, melainkan masalah lain yang benar2 berbeda. Kalau masih single, berarti masih diberi kesempatan buat memperkaya diri sendiri. Buat yang sudah menemukan pasangan, ga perlu lah mengeluarkan pernyataan2 yang cenderung “pamer” atau ngece yang masih jomblo. Nemuin pasangan itu bukan prestasi. Prestasi itu kalau sudah nemu pasangan, dan bahagia sampai maut memisahkan. Cailah.

Kami saat ini masih tinggal berjauhan, saya di Jakarta, Mas Suami di kota asal kami, Mojokerto. Jadi kalau ada yang bertanya, gimana rasanya setelah menikah, saya bakal jawab, belum kerasa beda banget. Saya weekend ini masih di kosan sendirian, masih keluar cari makan sendirian, kemarin masuk angin juga bisanya panggil jasa pijet online. Sepertinya ini memang jadi masalah umum buat pasangan suami-istri masa kini ya. Banyak teman2 saya yang juga harus menjalani LDM (Long Distance Marriage), jadi kalau saya mau cengeng kok rasanya malu. Tapi saya selalu keinget kata2 Mas Suami, “Jangan sampai kita merasa terbiasa dengan LDR.” Alasannya karena menurut dia, ga seharusnya pasangan suami-istri itu nyaman dengan kondisi LDR. Terpaksa menjalani itu berbeda banget dengan menikmati. Jadi ya memang kami harus menerima kondisi sementara ini, tapi jangan sampai jadi terlalu enjoy dan lupa bahwa tujuan akhirnya adalah supaya kami nantinya hidup bersama. Jadi ya kalau saya cengeng2 dikit gapapa lah ya. Huft.

Okay, enough with my rant about our LDM. Saya sebenernya mau bikin postingan tentang persiapan acara wedding kami, tapi karena foto2 acara belum selesai diproses sama fotografernya, jadi saya tunda dulu biar lebih afdol postingnya. Jadi ini sekedar bersihin sarang laba2 aja. Biar ga dikira blognya udah ditinggal pergi sama yang punya. See you soon!

Advertisements

Hello 2017. Let’s Have a New Journey!

Hi everyone. Sooo.. the new year has come again, and somehow, even though I don’t really celebrate it or anything, I can’t help but got excited when the clock hit 00.00. 2016 has been a relatively calm year (personally), even if most people say that it has been pretty sh*tty all over. I found my comfort zone, I enjoyed my single life, and some delightful surprises had greeted me during the last couple of months (which I will get in a few posts later). 2017 on the other hand, had me all excited, because it offers a new phase of my life, which to be honest quite scary, but I’ll face it head on, and maybe I’ll write about next month (hopefully).

See you later!

Day 3, 3 November 2008, Prambanan

Reblog postingan di blog lama karena lupa password last part. Bagian yang ini mungkin lebih menjelaskan latar belakang kenapa saya makin kesini tetep aja agak disfungsional. Kebanyakan bergaul sama temen2 aneh, balikin ke normalnya agak susah.

Bubblydhe's Weblog

Hmm..Image Headernya itu foto di Vredeburg juga betewe..hehew..ga pake efek,sumpah!

Oke, hari ke-3. Kita dah rencanain dari awal kalo kita mau nyobain naek bis Trans Jogja. pengen tau aja gimana keadaannya (baek” aja). nah, ternyata ada yang jurusan Malioboro langsung ke Prambanan. Kebetulan! Akhirnya setelah tanya”, kita naek dari shelter (haltenya) Maliboro, ntar naek yang jalur 1A, langsung deh tururn shelter Prambanan. cuma bayar Rp 3000. Ternyata bisnya keren banget! bersih! ya mungkin secara masih baru…tapi emang di dalem juga ga ada orang buang sampah sembarangan..mungkin malu juga siy..pasti keliatan kalo buang sembarangan. lagian ada tempat sampahnya juga di dalem bis. singkat cerita, nyampe shelter Prambanan ternyata kita masih harus jalan kaki kira” 1 km menuju pintu masuknya. Meskipun sebenernya banyak andong, tapi mengingat prinsip nggembel kita, pengeluaran harus seminimal mungkin! Tiket masuknya Prambanan Rp 8000. yang unik, di Prambanan disetelin musik gamelan yang disetel lewat loudspeaker. Jadi kemanapun kita…

View original post 290 more words

Day 2, 2 November 2008, Malioboro dan sekitarnya

Reblog postingan di blog lama karena lupa password part 2. Bahkan kalimat pertama pun sungguh menunjukkan betapa tuanya saya. Masih jaman yang namanya “friendster” (yang ga tau apa itu friendster, ga usah di-googling, ga ada manfaatnya…). Ah, memories….

Bubblydhe's Weblog

Betewe, sebelumnya minta maap…buat upload foto disini agak lemot..foto”nya tak taruh fsQ aja ya…(saras_dhe@yahoo.com) yang disini beberapa aja..

Oke, petualangan hari kedua dimulai…Hari ini kita rencanain buat mengunjungi Benteng Vredeburg, Keraton, sama Taman Sari, JALAN KAKI! biar hemat..kita mutusin,hari ini kita musti dapet makanan murah..alternatifnya,coba cari di Pasar Beringharjo. Q ga yakin bakal ada makanan murah juga disana, makanya  beli susu sama roti aja deh di supermarket. disana bener aja, yang ada palingan soto yang harganya Rp 5000, sama pecel yang 3000an, tapi tempe bacemnya aja 1000. sukur deh…oke, lanjutin perjalanan..kita sebenernya ragu” mau masuk Benteng Vredeburg, takut bayarnya mahal, ternyata ga ada apa”nya..tapi karena sekalian lewat pas mau ke Keraton,dan waktu itu masih jam 08.00 (Keraton katanya buka jam 10.00) ya wes, ngintip aja dulu..eh, ternyata tiket masuknya cuma Rp 750! dan yang bikin seneng, ternyata tempatnya keren banget!kita foto paling banyak disana..hehe..disana juga ada diorama tentang pemindahan…

View original post 319 more words

Day 1, 1 November 2008, Surabaya-Yogyakarta

Reblog postingan di blog lama karena lupa password (tanda kurang gizi). Bahasanya masih alay sangat, tapi marilah kita anggap itu bagian dari tumbuh dewasa. Kenapa saya reblog? Karena saya takut keburu lupa alamat blog lama (tanda tambah tua). Ini perjalanan waktu saya masih mahasiswa, bareng teman2 seperjuangan yang sebagian besar sudah jadi emak2 sekarang. Cuman saya aja yang tetep kece sampai sekarang. Part 1.

Bubblydhe's Weblog

Well, sebenernya kita rencana mau berangkat tanggal 31 Oktober,hari Jumat, jadi abis UTS langsung cabut ke Yogya. Sayangnya, ternyata hari itu kita mesti ngumpulin tugas UTS OLAP yang due datenya tanggal 31 November 2008 jam 23.59…T.T ya wes lah, akhirnya perjalanan dimundurin sehari. Karena ga pengen keilangan banyak waktu, kita (bersembilan, cewek semua..) mau berangkat naek kereta yang paling pagi ke Yogya. Karena dari awal emang udah diniatin bahwa perjalanan ini harus dilakukan dengan biaya yang paling minimal (a.k.a NGGEMBEL), jadi kita survey ke Gubeng kereta ekonomi apa yang berangkat paling pagi. ternyata, kereta ekonomi arah Jogja (ga tau yang bener Yogya apa Jogja. tapi Q lebih suka nulis Jogja..maap..) berangkat jam 14.35 (Kereta Sri Tanjung). Yang pagi adanya Sancaka, kereta bisnis jam 07.00. ato Logawa, jurusan Purwokerto berangkat jam 10.04. Akhirnya kita naek Kereta Pasundan jurusan Bandung, turun di stasiun Lempuyangan, berangkat jam 06.00. Daftar Harga :

– Sri…

View original post 492 more words

2 Months Later..

No, I’m not talking about pregnancy or that kind of thing. I mean it’s been 2 months since we welcome 2016, and I still have no time to put up a decent post. I do hope that this year, I’ll be enjoying my life and being grateful more than before. Maybe my real wish is to be a content person, which eventually will make me feel more at ease, and hopefully, that will be the key to start being happy.

Happy 2016!